
Dalam memilih henpon idaman, Anda tentu memiliki beberapa parameter tersendiri.Selain pertimbangan spesifikasi, harga, banyaknya fitur, dan tentu segi estetis dari henpon itu sendiri. Jika selama ini sebagian besar henpon dengan desain premium tercipta sebagai henpon high end, kini henpon kelas menengah pun sudah tampil dengan desain dan bodi yang elegan, layaknya henpon high end.
Salah satunya adalah Samsung Galaxy J7 (2016). Dari keluarga J series, Samsung menelurkan update terbaru dari Samsung Galaxy J7 yang pernah dirilis pada Juni 2015 dengan lahirnya Samsung Galaxy J7 (2016). Dan, tentunya diSamsung Galaxy J7 (2016), Samsung menghadirkan cukup banyak update dan peningkatan fitur dan spesifikasi jika dibandingkan dengan seri pendahulunya tersebut. Penasaran seasyik apa menjajal henpon yang dijuluki “Powerfully Elegant” ini? www.jangantulalit.com mengupas tuntas untuk anda.
Tampilan bodi Samsung Galaxy J7 (2016), mengesankan konsep henpon premium, dengan menggunakan bahan logam di sebagian sisi bodinya. Selain tampak elegan dan mewah, bahan logam juga memberikan kesan kokoh. Henpon ini sebenarnya tampilan garis besarnya tidak berbeda jauh dengan pendahulunya yakni Samsung Galaxy J7.
Dari dimensinya yang sangat mirip dan “beda tipis” dengan pendahulunya. Samsung Galaxy J7 (2016) memiliki dimensi 151,7 x 76 x 7,8mm dan bobot 170 gram, sementara pendahulunya memiliki dimensi 152,2 x 78,7 x 7,5mm dan bobot 171 gram. Beda tipis sekali bukan? Bentuknya pun hampir sama, dan sama-sama menerapkan slim design (konsep henpon tipis).
Jika melihat dari versi sebelumnya memang Samsung Galaxy J7 (2016) menjadi salah satu henpon paling ramping yang pernah dibuat oleh Samsung. Samsung Galaxy J7 (2016) masih mempertahankan tombol fisik Home berbentuk kurva dengan framing berbahan logam.Tombol ini diampit oleh sensitive key Back dan Apps Wizard.
Disisi bagian atas layar, Anda akan melihat LED Falsh untuk kamera depan dan jajaran lubang mic. Menempati sisi kiri henpon, Anda akan melihat tombol Power, dan pada sisi kanan bodi henpon terdapat tombol volume (+/-).
Mari kita melihat ke bagian casing belakang henpon ini. Yah, mungkin inilah salah satu titik lemah dari Samsung Galaxy J7 (2016), yakni pemilihan bahan casing dari material plastik, dan casing ini sangat tipis. Mirisnya, Samsung Galaxy J7 (2016) yang memiliki desain dengan baterai bisa dicopot (bukan unibody), menempatkan slot SIM1, SIM 2 dan slot MicroSD sejajar di bagian dalam, sehingga jika Anda ingin memasang atau mengganti SIM atau kartu MicroSD, maka harus membuka casing dan mencopot baterai terlebih dulu.
Pada bingkai (frame) berbahan metal yang membalut sisi bodinya, Samsung mengemasnya di henpon ini dengan finishing krom dari bahan bermutu dan solid.
Untuk layar, Samsung Galaxy J7 (2016), mengusung sektor display yang persis sama dengan seri pendahulunya yakni Samsung Galaxy J7. Menggunakan teknologi layar Super AMOLED berukuran 5,5 inci dengan resolusi 720×1280 piksel dengan tingkat kerapatan layar ~267 ppi pixel density (ppi), dan sanggup memancarkan 16M spektrum warna.
Jenis layar yang digunakan adalah layar sentuh capacitive –multi touchscreen. Samsung Galaxy J7 (2016) juga tak menawarkan konsep desain layar lengkung 2.5D yang saat ini trend, namun desain layarnya sangat responsif terhadap sentuhan jari dan dapat menerima 10 titik sentuhan sekaligus (multi touchscreen).
Dengan layarnya yang cukup lapang, dan kualitas panel layar jenis Super AMOLED, maka sisi kenyamanan dan pengalaman Anda selama menikmati berbagai konten visual di henpon ini tidak perlu diragukan lagi. Namun sayangnya, Samsung Galaxy J7 (2016) tidak dibekali dengan sistem proteksi Gorilla Glass. Namun jika Anda ingin lebih tenang, bisa membeli screen protector sendiri yang dijual bebas di pasaran.




