News

Pembuat Konten Video Kreatif Berbagi Jurus Jitu di Pecha Kucha

Pecha Kucha Night 1Para pembuat konten video di Indonesia membagikan jurus jitu mereka dalam Pecha Kucha Night (PKN) Jakarta Vol 26 dengan mengangkat tema ‘Life in Motion’. Konten-konten berbasis video semakin beragam dewasa ini, mulai dari video resep, klip musik, hingga makeup tutorial dan sketsa komedi.

Video-video yang dibuat oleh individual ataupun brand ini menjadi salah satu jenis konten yang paling banyak dikonsumsi oleh pengguna internet di Indonesia. Berdasarkan data yang dilansir dari Google Indonesia, yang memperlihatkan kenaikan jumlah video yang diunggah ke Youtube sebesar 600% dan durasi konsumsi video sebesar 130%.

“Video adalah wadah yang sangat menarik dan kreatif baik untuk brand maupun individual untuk dapat lebih dekat dengan penontonnya,” ujar konsultan kehumasan Maverick, Fitra Kharisma. “Pada Pecha Kucha kali ini, kami mengundang para pembuat video yang selama ini secara konsisten menghasilkan konten yang menarik dan beragam seperti resep, gaya hidup, ataupun minat-minat pribadi untuk berbagi dengan para Pecha Kuchers,” lanjutnya.

Pecha Kucha Night 2Keduabelas pembicara tersebut menceritakan bagaimana mereka menciptakan berbagai macam karya video, baik dalam bentuk vlog atau short-video di media sosial berbasis video seperti Youtube, Snapchat, ataupun Instagram. Para pembicara ini pun membuat konten mereka menggunakan peralatan yang berbeda-beda, mulai dari kamera professional, smartphone, atau Go Pro.

Variasi media tayang maupun peralatan yang digunakan ini menjadi sebuah keunikan dan daya tarik tersendiri bagi para Pecha Kuchers yang hadir. Mereka yang akan berbagi adalah Fathia Izzati, Takun Arrosid, TB Putera, Sounds From The Corner, Muhammad Islam Alwi, Nico Alyus, Rekhaza Panji, Dennis Adishwara, Arie Je, Bayu Syerli Rachmat, Ayla Dimitri dan Nadia Hudyana.

Format presentasi “20 slide x 20 detik” menjadi ciri khas acara berjejaring kreatif Pecha Kucha Night. Acara ini juga menjadi wadah bagi para pembicara untuk melatih kemampuan presentasi mereka dan menyampaikan materi secara singkat dan tepat. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pembicara, sekaligus membuat Pecha Kucha Night semakin menarik bagi hadirin yang hadir.

Acara pro-bono yang dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya ini ditujukan bagi siapapun yang siap berbagi dan menginspirasi. Selain itu, Pecha Kucha Night Jakarta juga merupakan acara berjejaring yang efektif bagi para individu dan komunitas kreatif Indonesia.

Pecha Kucha (biasa disebutkan dalam tiga suku kata “peh-chak-cha”) adalah istilah dari bahasa Jepang untuk menggambarkan suara percakapan di dalam sebuah ruangan yang penuh orang. Istilah ini dipinjam oleh Astrid Klein dan Mark Dhytham, dua arsitek dari Klein Dhytham Architecture untuk mengggagas sebuah ajang networking dan gathering seru dan menyenangkan.

Ajang bersifat santai ini menjadi tempat berkumpul orang-orang kreatif berbagi ide. Pecha Kucha pertama kali diselenggarakan di Tokyo pada bulan Februari 2003. Kini, Pecha Kucha telah diselenggarakan di 700 kota di seluruh dunia.  Lebih lanjut mengenai Pecha Kucha Global dapat mengunjungi (http://www.pechakucha.org/).

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close