News

Indonesia Cellular Show 2016 digelar dengan tema  “Digital Revolution”

Pembukaan ICS 2016Pameran seluler terbesar di tanah air, Indonesia Cellular Show (ICS) 2016, hari ini resmi dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Pameran yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) bekerjasama dengan Dyandra Promosindo ini berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 2 – 5 Juni 2016 di Jakarta Convention Center, yaitu di Hall A, Hall B, dan Cendrawasih Hall.

Rudiantara mengatakan kuartal pertama, sektor komunikasi dan media adalah sektor dengan pertumbuhan ketiga setelah keuangan dan perbankan. Keuangan dan perbankan tumbuh 12 persen sementara komunikasi dan media tumuh 8 persen. Ia juga menyatakan bahwa pertumbuhan di sektor komunikasi dan media ini harus terus dijaga.

Menurutnya metode perhitungan pertumbuhan sektor ini dalam lima tahun akan berubah. “Sebelumnya, pertumbuhan sektor dihitung dari jumlah pendapatan operator. Ke depannya, pertumbuhan sektor harus dihitung dari implied value yang dihasilkan oleh industri dan ini berarti aplikasi,” ujarnya Rudiantara.

TelkomselOleh karena itu, ia sangat menekankan pentingnya pengembangan aplikasi untuk mendorong pertumbuhan industri. Saat ini semua orang pasti bersentuhan dengan aplikasi. Ia ingin agar Indonesia bisa kompetitif di sektor aplikasi ini tanpa harus menutup diri dari aplikasi buatan luar negeri. Indonesia harus kompatibel dengan dinamika yang terjadi di dunia,” ujar Rudiantara.

Sekretaris Jenderal ATSI, Merza Fachys, dalam sambutannya menyatakan bahwa dunia digital telah mengubah dan mempengaruhi kehidupan semua orang. Dengan demikian, mau tidak mau kita harus bisa mengikuti perubahan itu agar bisa mengikuti dinamika yang terjadi. ICS sebagai ajang bertemunya para pelaku industri dengan masyarakat bisa menjadi cermin untuk mengukur perubahan ini.

Merza mengatakan tahun lalu pameran ini didatangi oleh sekitar 75 ribu pengunjung dengan 26 perusahaan peserta. Tahun ini jumlah peserta naik menjadi 56 peserta. Ia berharap naiknya peserta juga akan meningkatkan jumlah pengunjung pada tahun ini. Kegiatan ICS yang berlangsung selama empat hari dari tahun ke tahun selalu berhasil menarik pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat.

Mereka berburu berbagai gawai yang ditawarkan oleh para operator dengan berbagai promo menarik. Salah satu promo menarik yang ditawarkan pada ICS tahun ini adalah Midnight Sale yang  digelar pada Jumat (3/6)

XLICS 2016 sendiri akan mengusung tema “Digital Revolution” dimana hal ini sejalan dengan kampanye yang didukung penuh oleh pemerintah, yaitu revolusi digital yang akan merevolusi perekonomian Indonesia. Ajang ICS kali ini merupakan implementasi nyata para penyelenggara jasa telekomunikasi untuk mewujudkan revolusi digital dan menunjukkan kepada khalayak umum bahwa para penyelenggara telekomunikasi inilah yang menjadi tulang punggung revolusi digital yang telah dicanangkan pada akhir tahun lalu.

Menkominfo juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada para operator karena proses refarming yang dilakukan pada tahun lalu kini telah membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Teknologi 4G kini telah bisa dinikmati di 200 kota atau lebih dari separuh kota yang ada di Indonesia. Pada ICS tahun lalu, pengembangan 4G menjadi salah satu topik paling menarik yang dibahas dalam acara Temu Pelanggan Selular ICS yang juga dihadiri oleh Menkominfo, Rudiantara.

Tahun ini, ICS akan menghadirkan lebih banyak peserta mulai dari dari operator, device, network, applications, dan masih banyak lagi. Para peserta akan menghadirkan koleksi terbaik mereka serta memberikan banyak penawaran menarik selama pameran yang menggunakan total lahan 13.503 sqm. Para exhibitors yang akan tampil antara lain Indosat, Telkomsel, 3 (Tri), XL, Erafone, Hisense, iBox, iSound, Pazia, Oke Shop, Samsung Megafon, Vivan, Data Print, Hartono, Home Credit, dan banyak lagi peserta pendukung lainnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close